game anak muslim offline
game anak muslim offline

Game Anak Muslim Offline yang Wajib Diketahui Orang Tua!

Memberikan pendidikan agama sejak dini kini memang semakin banyak diterapkan, begitu juga oleh orang tua yang beragama Islam. Selain memberikan pendidikan melalui pelajaran mengaji, tidak ada salahnya untuk memperkenalkan game anak muslim offline agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik agar anak tidak cepat bosan.

Selain game offline, tentu saja ada juga game yang bisa dimainkan secara online atau daring. Namun, memilih game offline bisa membuat anak menjadi lebih fokus terhadap permainan dan pembelajaran karena ponsel tidak mendapatkan notifikasi apapun. Berikut daftar game yang bisa dipilih orang tua untuk pembelajaran anak secara offline:

1. Cerdas Cermat Islam

Sesuai dengan namanya, game Cerdas Cermat Islam berisi tentang soal-soal yang bisa membuat anak lebih mudah belajar Islam. Memiliki tampilan interaktif yang menarik, game ini menyediakan lebih dari 1.000 soal dengan beragam tema. Tema-tema yang diangkat pada game ini yaitu pengetahuan dasar agama Islam, tauhid, salat, puasa, zakat, sejarah, dan masih banyak lagi.

Game yang dikembangkan oleh Studio Edukasi ini cocok untuk anak yang sudah menerima beberapa materi agama. Dengan menjawab soal-soal yang ada, secara tidak langsung anak akan mempertajam ingatannya tentang ilmu agama Islam yang sudah dipelajari sebelumnya.

2. Game Anak Sholeh

Game Anak Sholeh menjadi game anak muslim offline berikutnya yang bisa menjadi pilihan orang tua. Game ini berisi tentang materi yang tergolong ringan, sehingga cocok untuk diperkenalkan kepada anak yang baru mempelajari ilmu dasar agama Islam.

Lainnya :   Rekomendasi Game Kerajaan Offline Paling Seru

Beberapa hal yang bisa dipelajari anak dalam game ini adalah cerita tentang Nabi dan Rasul, belajar huruf hijaiyah, doa-doa harian, cara salat serta berwudu, dan masih banyak yang lainnya. Dikembangkan oleh Agate Games, Game Anak Sholeh merupakan aplikasi yang ringan karena hanya berukuran 55 MB.

3. Marbel Muslim Kids

Marbel Muslim Kids menawarkan media pembelajaran dalam bentuk game khusus untuk anak yang berusia empat hingga delapan tahun. Memberikan konten berupa ilmu dasar agama Islam, Educa Studio sebagai pengembang menjanjikan permainan yang menyenangkan, sehingga anak bisa belajar dengan baik karena adanya kombinasi animasi, suara, dan gambar yang apik.

Pada game ini tersedia beberapa materi, yaitu huruf hijaiyah, salat, wudu, asmaul husna, rukun islam, rukun iman, 25 rasul, dan masih banyak yang lainnya. Meskipun menyajikan game dengan kualitas yang baik, Marbel Muslim Kids memiliki ukuran aplikasi yang ringan agar bisa dioperasikan pada semua jenis ponsel orang tua.

4. Video Lagu Anak Islam

Dikembangkan oleh Arvira Dev, Video Lagu Anak Islam berisi beragam video lagu Islam yang bisa belajar sambil bernyanyi. Metode pembelajaran ini cocok digunakan untuk anak berusia dini yang sedang aktif bermain dan perhatiannya mudah beralih. Menyajikan video dengan animasi yang menarik, anak bisa lebih betah untuk belajar dengan cara yang menarik.

Video Lagu Anak Islam menyediakan beberapa kategori, seperti ‘Kategori Ayo Mengaji’, ‘Lagu Anak Muslim’, dan masih banyak yang lainnya. Game yang mengusung kumpulan video edukasi ini memiliki ukuran aplikasi sekira 64 MB.

5. Islamic Girl Puzzle Toddler

Game yang satu ini dikembangkan oleh Pinky Girl dan sesuai namanya, Islamic Girl Puzzle Toddler berisi puzzle dengan konten Islam yang sangat mudah untuk diakses. Oleh karena itu, anak dengan usia dini bisa mengoperasikan game ini. Disajikan dengan fitur suara dan visual yang menarik, game ini membuat anak bisa belajar dengan mudah dan tidak cepat bosan.

Lainnya :   Inilah 7 Game Online Berdua Jarak Jauh, Solusi Pasangan LDR

Itulah beberapa game anak muslim offline yang bisa digunakan oleh para orang tua muslim untuk memberikan pendidikan dini tentang agama Islam. Meskipun menyajikan konten-konten yang aman untuk anak, orang tua disarankan untuk tetap menemani proses belajar. Hal tersebut bertujuan agar anak tetap memiliki pengawasan dan kontrol dari orang tua saat beraktivitas dengan ponsel.